MANFAAT
APLIKOM DALAM BIDANG PERTANIAN/PERKEBUNAN

DISUSUN OLEH : Ama Viska
JURUSAN PERTANIAN PRODI PENGELOLAAN
PERKEBUNAN POLITEKNIK INDONESIAVENEZUELA ACEH BESAR 2015
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT serta
shalawat serta salam tercurahkan ke junjungan kita Nabi Muhammad SAW, sehingga
penulis dapat menyelesaikan tugas makalah Pengantar Aplikom yang
berjudul MANFAAT APLIKASI KOMPUTER DALAM BIDANG PERTANIAN/PERKEBUNAN.
Adapun penulisan makalah ini dapat terselesaikan berkat bantuan dari segala
pihak yang membantu menyelesaikan makalah ini.Dalam pembuatan tugas makalah
ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran
dalam pembuatan makalah ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan
dari orang tua dan teman-teman satu kelompok yang ikut berpartisipasi dalam
pembuatan makalah ini. Penulis juga mengucapkan banyak terima kasih kepada
Bapak Ridwan Saputra selaku Dosen dalam mata kuliah ini, yang mana telah banyak
memberikan bimbingan dan motivasi sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
Penulis menyadari bahwa makalah ini
masih banyak kesalahan dan kekurangan, maka dari itu penulis mengharapkan
sumbangan pikiran, pendapat serta saran – saran yang berguna demi penyempurnaan
makalah ini. Semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi pembaca
Terima Kasih.
Aceh Besar, 4 Mei 2015
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR......................................................................................................2
DAFTAR
ISI....................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................4
1.1 Latar
Belakang..........................................................................................................
4
1.2 Rumusan Masalah.....................................................................................................
6
1.3
Tujuan.......................................................................................................................
6
1.4 Manfaat.....................................................................................................................
6
BAB II PERANAN APLIKASI KOMPUTER DIBIDANG PERTANIAN/PERKEBUNAN
A. Fungsi
internet............................................................................................................9
B. Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam bidang Pertanian/Perkebunan.............10
C. Penggunaan Komputer untuk Pertanian/perkebunan................................................
13
D. Peranan internet bagi Budaya Industri Pertanian/Perkebunan..................................
15
BAB III PENUTUP
KESIMPULAN..............................................................................................................
20
SARAN..........................................................................................................................
20
DAFTAR
PUSTAKA....................................................................................................
22
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Sarana produksi pertanian yang kita kenal selama ini adalah lahan,
modal, tenaga kerja dan teknologi. Satu sarana produksi yang sering dilupakan
adalah informasi. Informasi sangat menentukan keberhasilan usaha petani
misalnya apakah usahanya akan berhasil atau tidak, menguntungkan atau tidak dan
sebagainya. Informasi berapa kebutuhan dan ketersediaan pasar terhadap
komoditas tertentu akan menentukan berapa jumlah komoditas tersebut harus
diperoduksi oleh petani agar usaha tersebut dapat menguntungkan.
Kemajuan
teknologi dewasa ini membawa kita kepada dunia global termasuk dibidang
informasi. Globalisasi informasi dewasa ini tidak lagi hanya diartikan sebagai
arus komunikasi massa dalam arti sekedar penyebarluasan siaran televisi dan
hiburan saja, namun sudah mencakup perluasan arus informasi ilmu pengetahuan
dan teknologi yang mendorong perluasan cakrawala informasi dan wawasan manusia
Dalam arti yang lebih luas globalisasi ini merupakan suatu
transformasi sosial budaya dengan lingkup global. Dalam kaitan dengan
globalisasi ini maka kata Internet menjadi suatu fenomena baru yang sering
menjadi topik pembicaraan di akhir abad ke 20 ini. Dengan internet, dunia saat
ini seakan menjadi begitu kecil. Hanya dalam hitungan detik kita dapat menerima
pesan yang dikirim orang dari jarak ribuan kilometer dan demikian pula
sebaliknya. Kehadiran teknologi ini tentunya tidak bisa dibendung. Suka tidak
suka, siap tidak siap, kita harus menghadapinya. Disamping menawarkan jasa
informasi, teknologi ini mampu menawarkan lapangan pekerjaan bagi orang yang
menekuninya. Untuk bisa terlibat atau menjadi anggota masyarakat global
tersebut tidak ada jalan lain kita harus mempelajarinya disamping mempersiapkan
kepribadian dan mental. Hal ini penting karena selain internet banyak
menawarkan manfaat namun juga membawa hal-hal yang negatif seperti pornografi,
informasi yang menyesatkan dan lain-lain.
Kemudian apakah internet ini juga akan
menyentuh dunia pertanian Indonesia? Seharusnya ya. Karena kalau tidak maka
dunia pertanian kita akan ketinggalan. Pertanian yang selama ini berkembang
secara tradisional seharusnya segera berubah seiring dengan perkembangan jaman
menjadi pertanian yang berkebudayaan industri. Dengan pertanian berkebudayaan
industri maka kedudukan informasi menjadi penting, sehingga pertanian kita bisa
dijalankan dengan analisis pasar yang benar. Membanjirnya komoditas yang
ditanam oleh para petani tidak akan terjadi lagi seperti masa lalu. Demikian
juga terjadinya fluktuasi harga komoditas pertanian tidak akan terjadi lagi
bila pertanian dijalankan dengan analisis pasar yang benar.
1.2 Rumusan Masalah
Dari
uraian diatas, kami hendak mengaji permasalahan yakni tentang sejauh mana
Peranan Internet dalam Pertanian/perkebunan
1.2
Manfaat
dan Tujuan
Manfaat
penulisan Makalah ini adalah untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Dosen
Mata Kuliah APLIKOM. Adapun
Tujuan penulisan Makalah ini untuk mendeskripsikan peranan internet didalam
bidang Pertanian/Perkebunan.
BAB II
PERANAN INTERNET DI BIDANG PERTANIAN/PERKEBUNAN
PERANAN INTERNET DI BIDANG PERTANIAN/PERKEBUNAN
Sarana
produksi pertanian yang kita kenal selama ini adalah lahan, modal, tenaga kerja
dan teknologi. Satu sarana produksi yang sering dilupakan adalah informasi.
Informasi sangat menentukan keberhasilan usaha petani misalnya apakah usahanya
akan berhasil atau tidak, menguntungkan atau tidak dan sebagainya. Informasi
berapa kebutuhan dan ketersediaan pasar terhadap komoditas tertentu akan
menentukan berapa jumlah komoditas tersebut harus diperoduksi oleh petani agar
usaha tersebut dapat menguntungkan.
Kemajuan
teknologi dewasa ini membawa kita kepada dunia global termasuk dibidang
informasi. Globalisasi informasi dewasa ini tidak lagi hanya diartikan sebagai
arus komunikasi massa dalam arti sekedar penyebarluasan siaran televisi dan
hiburan saja, namun sudah mencakup perluasan arus informasi ilmu pengetahuan
dan teknologi yang mendorong perluasan cakrawala informasi dan wawasan manusia.
Dalam
arti yang lebih luas globalisasi ini merupakan suatu transformasi sosial budaya
dengan lingkup global. Dalam kaitan dengan globalisasi ini maka kata Internet
menjadi suatu fenomena baru yang sering menjadi topik pembicaraan di akhir abad
ke 20 ini. Dengan internet, dunia saat ini seakan menjadi begitu kecil. Hanya
dalam hitungan detik kita dapat menerima pesan yang dikirim orang dari jarak
ribuan kilometer dan demikian pula sebaliknya.
Kehadiran
teknologi ini tentunya tidak bisa dibendung. Suka tidak suka, siap tidak siap,
kita harus menghadapinya. Disamping menawarkan jasa informasi, teknologi ini
mampu menawarkan lapangan pekerjaan bagi orang yang menekuninya. Untuk bisa
terlibat atau menjadi anggota masyarakat global tersebut tidak ada jalan lain
kita harus mempelajarinya disamping mempersiapkan kepribadian dan mental. Hal
ini penting karena selain internet banyak menawarkan manfaat namun juga membawa
hal-hal yang negatif seperti pornografi, informasi yang menyesatkan dan
lain-lain.
E-mail
dan Web adalah aplikasi yang paling banyak dipakai di internet. E-mail
dimanfaatkan untuk berkirim surat secara elektronik dengan cara mengetik surat
dikomputer yang kemudian dikirim kepada mitra kita yang juga terhubung ke
internet. Sedangkan Web adalah aplikasi yang menyerupai sebuah pasar swalayan
yang sangat besar dimana didalamnya ditawarkan segala macam informasi baik yang
dapat diambil secara gratis maupun harus dibeli.
Kemudian
apakah internet ini juga akan menyentuh dunia pertanian Indonesia? Seharusnya
ya. Karena kalau tidak maka dunia pertanian kita akan ketinggalan. Pertanian
yang selama ini berkembang secara tradisional seharusnya segera berubah seiring
dengan perkembangan jaman menjadi pertanian yang berkebudayaan industri. Dengan
pertanian berkebudayaan industri maka kedudukan informasi menjadi penting,
sehingga pertanian kita bisa dijalankan dengan analisis pasar yang benar.
Membanjirnya komoditas yang ditanam oleh para petani tidak akan terjadi lagi
seperti masa lalu. Demikian juga terjadinya fluktuasi harga komoditas pertanian
tidak akan terjadi lagi bila pertanian dijalankan dengan analisis pasar yang
benar
.
A. Fungsi
Internet
Internet
adalah sebuah teknologi yang penting dan dibutuhkan untuk mengakses segala
informasi berharga dari berbagai belahan dunia. Saat ini, internet dipandang
sebagai jaringan komputer terbesar di dunia. Internet dapat diartikan sebagai
kumpulan dari jaringan-jaringan komputer, baik skala besar maupun kecil, yang
dihubungkan oleh jaringan komunikasi dan meliputi seluruh dunia. Jadi secara
singkat, internet adalah : “Hubungan antar komputer dan jaringan komputer yang
saling berjauhan untuk berbagi data dan informasi satu sama lainnya.”
Terdapat
banyak manfaat yang bisa didapatkan dari internet, dan oleh karena itu
dianjurkan bagi setiap orang untuk berlatih menggunakan internet dengan efisien
dan efektif. Segala dampak negatif internet dapat diatasi dengan berbagai cara,
dan untuk itu kita juga perlu belajar bagaimana cara terbaik mengantisipasinya.
B. Teknologi
Informasi dan Komunikasi dalam Bidang Pertanian
Dalam
era globalisasi yang semakin menguat, penguasaan terhadap Teknologi Komunikasi
dan Informasi merupakan keharusan yang tak lagi bisa ditawar. Teknologi
diyakini sebagai alat pengubah. Sejarah membuktikan evolusi teknologi selalu
terjadi sebagai tujuan atas hasil upaya keras para jenius yang pada gilirannya
temuan teknologi tersebut diaplikasikan untuk memperoleh kemudahan dalam
aktivitas kehidupan dan selanjutnya memperoleh manfaat dari padanya.
Teknologi
Informasi Komunikasi merupakan faktor yang sangat penting dalam mendukung peningkatan
kualitas sumber daya manusia dan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
Kesadaran
pentingnya Teknologi Komunikasi dan Informasi yang biasanya disebut ICT
(Information and Communication Technologi), bukan hanya monopoli kalangan
pengusaha besar saja tetapi juga bertumbuh di kalangan pengusaha kecil dan
kekuatan-kekuatan masyarakat lain, seperti Koperasi, Kelompok Tani, dan
Masyarakat biasa. ICT diyakini berperan penting dalam pengembangan bisnis,
kelembagaan organisasi, dan juga mampu mendorong percepatan kegiatan ekonomi
dan taraf hidup masyarakat.
Teknologi
juga memegang peranan penting dalam pengembangan pertanian. Teknologi
dimafaatkan dalam tiga cabang utama pertanian yaitu penanaman, peternakan, dan
perikanan.Salah satu contoh Teknologi Informasi Komunikasi yaitu internet.
Internet menyajikan dunia secara tanpa batas. Lewat sarana inilah diharapkan
dapat digunakan untuk mencari segala informasi yang dibutuhkan dan dapat pula
digunakan oleh masyarakat desa untuk meningkatkan kesejahteraan perekonomian
melalui korespondensi dengan orang lain atau perusahaan di berbagai penjuru
dunia baik Informasi terkini maupun informasi terlama bisa didapat dan
dikirimkan dengan cepat. Selama ini masalah yang dihadapi oleh masyarakat desa
disebabkan kurangnya informasi yang baru dan tepat. Informasi dari
internet berfungsi sebagai langkah awal untuk menyelesaikan masalah yang
kemudian ditindaklanjuti dengan kegiatan yang lain.
Masalah yang ada dari
aspek sosial budaya adalah besarnya laju deforstasi hutan di Indonesia yang
sebagian besar akibat ekspansi perkebunan kelapa sawit; maraknya benih kelapa
sawit palsu; pengubahan lahan gambut menjadi lahan kelapa sawit yang memberikan
kontribusi kepada emisi yang sangat luas dari gas rumah kaca dan memberikan
kontribusi kepada masalah mutu udara musiman; rusaknya keanekaragaman hayati,
praktik korupsi dalam perizinan; serta tidak harmonis dan tidak sinkronnya
hukum dan kebijakan yang ada.
Untuk mengatai hal
ini, perlu ada reformasi kebijakan terutama dengan evaluasi prosedur perizinan
yang ada, kewajiban adanya legal audit dan audit lingkungan, serta penegakan
hukum.
Selain itu, perlu
pendeketan kepada negara industri untuk mendukung pencapaian komitmen
pengurangan emisi mereka dengan memperoleh ‘kredit karbon’ (Certified Emissions Reductions atau CER) melalui bantuan untuk
negara berkembang dalam mencapai pembangunan berkelanjutan; mendukung program REDD+; penerapan Analisis Dampak
Lingkungan (AMDAL) dan prinsip-prinsip organisasi kelapa sawit berkelanjutan
(Roundtable of Sustainable Palm Oil- RSPO) secara ketat; serta peningkatan
koordinasi di antara stake holder terkait.
Dengan lancarnya arus informasi, keterlambatan
dan miskomunikasi mengenai penanaman, pemupukan, penyemprotan, pemanenan,
pengeringan, dan penjualan hampir tidak terjadi lagi. Koperasi dapat mengetahui
kebutuhan mingguan para petani secara akurat dan menjadwalkannya dengan baik,
musim panen dapat dirotasi, harga lebih stabil, sementara koperasi dapat
menjadi pengumpul dan pemasar hasil produksi langsung kepada konsumen akhir.
Peran tengkulak dan pengijon secara bertahap dieliminasi.Harapannya TIK ini
dapat digunakan oleh sebanyak mungkin petani Indonesia atau bahkan para petani
di dunia agar produktivitas padi mereka meningkat, dan dijadikan sebagai alat
pengembangan pertanian, demikian pula untuk kesejahteraan hidupnya.
C. Penggunaan
Komputer Untuk Pertanian
Keberadaan konsumen selalu penting bagi
produsen, untuk memahami konsumen dan bagaimana cara terbaik untuk pasar mereka
dengan kemajuan teknologi yang signifikan selama dua dekade, kini pemasar
dihadapkan dengan lebih banyak alternatif dan memahami bagaimana menyusun
kebijakan promosi, namun apa yang diharapkan ternyata lebih sulit. Industri
pertanian (sektor yang penting di seluruh dunia) memiliki pengecualian. Di
Amerika Serikat ada sekitar 2,1 juta peternakan dengan nilai produksi melebihi
$217 miliar dan biaya produksi melebihi $190 miliar. Pertanian memiliki peran
yang lebih menonjol. Meskipun sering disebut sebagai petani, maka produsen
pertanian adalah penjual dan sekaligus pembeli, dan penting untuk setiap bisnis
yaitu tentang target pasar yang besar untuk memahami bagaimana keputusan
pembelian yang dibuat dan apa yang diharapkan dari adanya komunikasi pemasaran.
Pertanian merupakan salah satu budaya industri tertua dan selalu berhadapan
dengan banyak perubahan.
Perhatian utama bagi produsen pertanian
selama sepuluh tahun terakhir di Amerika Serikat telah mengalami penurunan
besar terkait harga komoditas karena pengaruh global dan adanya Reformasi
Undang-Undang Federal (FAIR), yang pada tahun 1996. FAIR dimaksudkan sebagai
kontrol produksi dengan membatasi jenis dan jumlah produk yang dihasilkan.
Idenya adalah jika produksi pertanian melimpah akan menurunkan harga, dan
pelanggan akan membeli, sehingga pada gilirannya akan meningkatkan permintaan.
Dalam kenyataannya, produk pertanian seperti makanan seringkali terjadi penurunan
harga, namun tetap tidak merangsang permintaan. Sementara itu untuk produk
pertanian plummeted, biaya operasional terus meningkat.
Kini strategi efisiensi lebih menjanjikan
yaitu peningkatan manfaat teknologi, seiring dengan lebih canggihnya traktor
dan peralatan, adopsi teknologi peramalan cuaca, global positioning system
(GPS), citra satelit dan bioteknologi. Yang menarik dalam kajian ini adalah
penggunaan internet dan peranan dalam pemasaran pada industri pertanian.
D.
Peranan internet bagi Budaya Industri Pertanian
A. Sumber
Informasi
internet adalah sumber informasi praktis
yang formal dan informal. Informasi dapat diakses setiap saat setiap hari.
Sejumlah situs pertanian, seperti DirectAg.com menyediakan prakiraan cuaca,
harga tanaman, jasa keuangan dan industri, serta berita umum lainnya. Internet
juga berfungsi sebagai sumber informasi informal, membawa produser yang
memiliki memiliki minat sama meskipun terpisah secara geografis. Melalui ruang
chatting dan email, produsen pertanian dapat membicarakan produktivitas kontrol
hama atau masalah lainnya dengan para ahli di lapangan. Internet memungkinkan
untuk interaksi sosial di antara produsen yang relatif terpencil dari satu sama
lain.
B.
Model Data Produktivitas
Sementara internet sebagai sumber
informasi umum, situs web yang lebih bersifat interaktif dan memungkinkan
produsen untuk input dan menyimpan informasi lapangan. Informasi ini dapat
dikombinasikan dengan cuaca dan pasar dalam memanfaatkan data secara canggih
untuk menentukan model seperti kontrol hama atau strategi pupuk. VantagePoint
dan mPower3, adalah dua dari situs web yang dirancang untuk membantu produsen
meningkatkan produktivitas lading.
C. Pembelian Supplies
Internet adalah sumber yang berharga untuk
membeli perlengkapan. Misalnya simpanan hingga 30% dapat dicapai oleh
pemotongan harga dari supplier dan distributor untuk produk-produk seperti
bibit, pupuk, dan perlindungan tanaman bahan kimia. Produsen kecil dan
independen yang tidak cukup memenuhi syarat volume ke dealer, secara bersama
potongan harga pada masing-masing dapat digabungkan untuk membeli kebutuhan
dengan produsen lainnya sehingga mendapatkan harga yang lebih baik.
D. Penjualan Produk
Pertani tradisional dalam menjual produk
ke pasar, kadang-kadang harus menempuh perjalanan hingga ratusan kilometer
dalam upaya untuk mendapatkan harga yang lebih baik. Ini sangat mahal dan
memakan waktu. Sebaliknya, Internet membuka pasar global sampai ke konsumen,
bahkan di daerah terpencil. Produsen memiliki akses harga produk yang lebih
baik dan konsumen mendapat harga terjangkau. Selain itu dapat menjaga sapi,
kambing, ayam, babi dan ternak lainnya dari infeksi hingga ke tempat
pelelangan.
E. Penggunaan Internet oleh Petani
Koneksi internet menyediakan berbagai fungsi dan manfaat
kepada produsen pertanian. Namun, menurut laporan oleh National Agricultural
Statistics Service Amerika Serikat, hanya sekitar setengah dari produsen
pertanian memiliki akses internet. Sementara laporan statistik penggunaan
internet berbeda-beda, dengan beberapa studi melaporkan penggunaan biaya
operasional rendah, dan laporan lain lebih tinggi. Sekitar 8 persen dari
produsen pertanian melakukan transaksi e-commerce (USDA-NASS Farm Komputer
Penggunaan dan Kepemilikan 2003), di sisi lain para produsen yang membeli atau
menjual on-line cenderung lebih besar.
F. Keterbatasan dan Kendala Penggunaan Internet dalam Pertanian
Dengan banyak keuntungan penggunaan
internet dalam industri pertanian, sangat mengejutkan bahwa ternyata banyak
produsen pertanian tidak memanfaatkan perangkat ini untuk menjalankan bisnis
mereka menjadi lebih baik.
Apa
yang mendorong keengganan dari beberapa produsen pertanian untuk memanfaatkan
internet, yaitu :
> “Keterbatasan
fisik (infrastruktur dan permodalan) dan non-fisik (SDM) maupun kurangnya minat
teknologi pada umumnya. Petani yang bergantung pada metode produksi tradisional
berserta peralatannya (petani di Jawa lebih suka membeli sapi dibandingkan
membeli traktor). Para produsen tidak menggunakan Internet untuk alasan bahwa
di ladang tidak ada komputer.
> Penelitian
di Amerika serikat menunjukkan bahwa hampir 60 persen dari petani menggunakan
komputer, hanya 48-50 persen menggunakan Internet, dan hanya 8 persen membuat
transaksi e-commerce.
> Produsen
yang menggunakan komputer namun tidak dapat terhubung ke internet karena
memerlukan biaya yang sangat tinggi untuk mendapatkan akses di daerah pedesaan.
Saluran telepon di daerah pedesaan yang ”out of service” atau nirkabel dengan
biaya ribuan dolar, sungguh akses yang tidak mudah di beberapa daerah.
G. Pemanfaatan Teknologi Internet dalam budaya industri Pertanian
Keberadaan
konsumen selalu penting bagi produsen, untuk memahami konsumen dan bagaimana
cara terbaik untuk pasar mereka dengan kemajuan teknologi yang signifikan
selama dua dekade, kini pemasar dihadapkan dengan lebih banyak alternatif dan
memahami bagaimana menyusun kebijakan promosi, namun apa yang diharapkan
ternyata lebih sulit. Industri pertanian (sektor yang penting di seluruh dunia)
memiliki pengecualian. Di Amerika Serikat ada sekitar 2,1 juta peternakan
dengan nilai produksi melebihi $217 miliar dan biaya produksi melebihi $190
miliar. Pertanian memiliki peran yang lebih menonjol. Meskipun sering disebut
sebagai petani, maka produsen pertanian adalah penjual dan sekaligus pembeli,
dan penting untuk setiap bisnis yaitu tentang target pasar yang besar untuk
memahami bagaimana keputusan pembelian yang dibuat dan apa yang diharapkan dari
adanya komunikasi pemasaran. Pertanian merupakan salah satu budaya industri
tertua dan selalu berhadapan dengan banyak perubahan.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
Kesimpulan
A. Teknologi
Informasi Komunikasi merupakan faktor yang sangat penting dalam mendukung peningkatan
kualitas sumber daya manusia dan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
Teknologi
informasi mempunyai tiga peranan pokok:
Instrumen dalam mengoptimalkan proses pembangunan, yaitu dengan memberikan dukungan terhadap manajemen dan pelayanan kepada masyarakat.
Instrumen dalam mengoptimalkan proses pembangunan, yaitu dengan memberikan dukungan terhadap manajemen dan pelayanan kepada masyarakat.
Produk dan jasa teknologi
informasi merupakan komoditas yang mampu memberikan peningkatan pendapatan baik
bagi perorangan, dunia usaha dan bahkan negara dalam bentuk devisa hasil
eksport jasa dan produk industry telematika.
Teknologi informasi bisa menjadi perekat
persatuan dan kesatuan bangsa, melalui pengembangan sistem informasi yang
menghubungkan semua institusi dan area seluruh wilayah nusantara.
Kesadaran pentingnya Teknologi Komunikasi
dan Informasi yang biasanya disebut ICT (Information and Communication
Technologi), bukan hanya monopoli kalangan pengusaha besar saja tetapi juga
bertumbuh di kalangan pengusaha kecil dan kekuatan-kekuatan masyarakat lain,
seperti Koperasi, Kelompok Tani, dan Masyarakat biasa. ICT diyakini berperan
penting dalam pengembangan bisnis, kelembagaan organisasi, dan juga mampu
mendorong percepatan kegiatan ekonomi dan taraf hidup masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
http://kelompok3mismtriv2012.blogspot.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar